Cari Blog Ini

Rabu, 16 Juli 2025

Sajak-Sajak Purnamaningsih

 Sajak-Sajak Purnamaningsih


Penulis : Wasis Siratama

Di pojokan SMP Negeri 4 Samarinda, nama Heni Purnamaningsih selalu menjadi sinar yang menerangi setiap sudut sekolah hingga silau. Heni dikenal sebagai sosok yang ceria, penuh perhatian, dan memiliki tawa yang mampu mencairkan suasana. Dia adalah sahabat, teman, dan panutan bagi banyak orang, bisa dibilang seorang manager. Namun, suatu hari, kabar duka datang membawa keheningan yang dalam. Heni pergi meninggalkan sekolah untuk selamanya dan memilih jalan hidup yang lain.

Kehilangannya meninggalkan afeksi rasa sakit yang cukup mendalam bagi mereka yang mencintainya. Beberapa sudut sekolah yang dulu dipenuhi tawa Heni kini terasa kosong. Teman- temannya berjuang menerima kenyataan meskipun manis manja menangis. Bagi mereka, Heni tidak pernah benar-benar pergi. Di setiap langkah, mereka merasakan kehadirannya dalam setiap hembus angin di pagi hari, dalam gemericik hujan yang mengiringi tangis mereka, dan dalam kenangan yang abadi. SMP Negeri 4 Samarinda menjadi saksi, bahwa meskipun fisiknya telah tiada, cinta dan kenangan tentang Heni akan selalu hidup di hati semua orang.

Senin, 14 Juli 2025

The Deepest Battle

 The Deepest Battle


Penulis : Fatimah Zairina

Sinopsis :
Di bawah hujan deras dan sorakan pelatih yang tak mengenal ampun, Maya terus berenang—mengabaikan rasa sakit, kelelahan, dan suara dalam dirinya yang nyaris menyerah. Sebagai kapten tim renang artistik di Lumera Aquatic Academy, ia telah menghabiskan hidupnya untuk satu tujuan: Olimpiade.

Namun segalanya berubah saat Sera, sahabat yang juga rivalnya, kembali setelah lama menghilang akibat cedera misterius. Ketegangan, rasa bersalah, dan ambisi pun saling bertabrakan saat keduanya harus bersaing dalam seleksi nasional yang hanya memilih dua atlet terbaik.

Siapa yang layak? Dan seberapa jauh seseorang rela melukai—atau dilukai—demi sebuah mimpi?

Kamis, 03 Juli 2025

Saat Dunia Retak dan Langit Tak Lagi Biru

Saat Dunia Retak dan Langit Tak Lagi Biru


Ketika langit kehilangan warnanya dan dunia tak lagi terasa utuh, Irma Riana dihadapkan pada kenyataan bahwa anaknya berada dalam spektrum autisme.

Melalui kisah yang tulus dan menyentuh, buku ini membawa kita menyelami perjuangan seorang ibu dari keterkejutan, penolakan, hingga akhirnya menerima dan mencintai dengan seutuhnya.

Buku “Saat Dunia Retak dan Langit Tak Lagi Biru” bukan hanya kisah tentang autisme, tapi tentang cinta, harapan, dan kekuatan yang tumbuh dari luka. Sebuah pelita bagi siapa pun yang sedang berjalan dalam gelap. Yakinlah Ada cahaya di balik kabut. Ada biru di balik langit yang kelabu.