Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Fitra Elnurianda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitra Elnurianda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2024

Pakka and The Kindness of Kancil East Kalimantan Folktales in Three Languages (Bahasa Indonesia, English, Korean) Series 3

 Diadaptasi dari Cerita Rakyat Berau: Si Pakka yang Sombong

Penulis: Fitra Elnurianda

Penerbit: Yayasan Fastabiqul Khairat

Ilustrator: Fitra Elnurianda


Sinopsis:

Seri 3 Cerita Rakyat Kalimantan Timur dalam 3 Bahasa (Indonesia, Inggris, Korea) mempersembahkan kisah Pakka, seekor buaya yang sombong dan kasar, hidup sendirian di tepi Sungai Bakampar. Suatu hari, karena rasa lapar, Pakka mencoba memangsa Kancil di tepi sungai. Namun, Kancil terus menghindarinya dan berlari ke rumahnya. Dipenuhi amarah, Pakka mencoba menghancurkan rumah Kancil, tetapi malah melukai dirinya sendiri. Pada saat itulah, Kancil yang baik hati menawarkan bantuan yang tidak terduga. Melalui situasi yang tidak biasa ini, Pakka belajar pelajaran berharga tentang kerendahan hati, persahabatan, dan pentingnya saling tolong-menolong.

Cerita Rakyat Kalimantan Timur dalam 3 Bahasa (Indonesia, Inggris, Korea) Edisi 2

Diadaptasi dari Cerita Rakyat Legenda Batu Balui Kayan Mentarang

Penulis : Fitra Elnurianda

Penerbit : Yayasan Fastabiqul Khairat

Ilustrator : Fitra Elnurianda

Sinopsis :

Edisi 2 Cerita Rakyat Kalimantan Timur dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, Korea) ini menceritakan legenda sebuah desa yang indah dan subur di pedalaman kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Desa ini menghadapi perubahan dramatis karena keserakahan warganya. ketika mereka panen buah tanpa memperhatikan binatang hutan dan menyakiti anjing-anjing penjaga, alam marah dan desa berubah menjadi batu. Kisah ini mengajarkan pentingnya kesederhanaan, dan kepedulian terhadap alam, dan berbagi dengan bijaksana.

Cerita Rakyat Kalimantan Timur dalam 3 Bahasa (Indonesia, Inggris, Korea) Edisi 1

Diadaptasi dari Cerita Rakyat Asal-Usul Nusantara

Penulis : Fitra Elnurianda

Penerbit : Yayasan Fastabiqul KHairat

Ilustrator : Fitra Elnurianda

Selamat datang dalam dunia cerita rakyat yang kaya dan penuh dengan kebijaksanaan. Dalam buku ini, saya ingin memperkenalkan salah satu kisah menarik dari Kalimantan Timur, yaitu “Aji Batara: Pemimpin Bijaksana dari Kampung Jaitan Layar.”

Kisah ini merupakan hasil adaptasi dari cerita rakyat “Asal-Usul Nusantara” karya penulis berbakat asal Kalimantan Timur, Inui Nurhikmah. Aji Batara adalah sosok pemimpin yang dihormati dan dikenal dengan kebijaksanaannya dalam memimpin kampungnya. Melalui cerita ini, saya berharap dapat membawa Anda lebih dekat dengan budaya dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat Kalimantan Timur.

Sebagai penulis, saya sangat terinspirasi oleh karya para penulis di Kalimantan Timur. Bisa berkolaborasi dengan mereka adalah kebanggaan yang tak ternilai. Saya percaya bahwa cerita rakyat memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang kita miliki. Melalui kisah ini, saya juga ingin menyampaikan pesan moral tentang pentingnya kebijaksanaan, keadilan, dan keharmonisan dalam kehidupan kita sehari-hari.Semoga cerita rakyat Kalimantan Timur dalam edisi tiga bahasa ini, “Aji Batara,” dapat memberikan hiburan sekaligus pembelajaran bagi para pembaca. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya buku ini. Selamat membaca!

Rabu, 21 April 2021

Sekolah Pertama Bagi Semua

Kisah Belajar di Tengah Pandemi






Penulis : Fitra Elnurianda, dkk

Editor/Tata Letak : Fitra Elnurianda

Ilustrator Sampul : Obi

ISBN : 978-623-6228-04-3

Penerbit : CV. Putra Surya Santosa dan Yayasan Fastabiqul Khairat


Sinopsis :

"Sekolah Pertama Bagi Semua" adalah sebuah antologi cerita yang menyajikan beragam pengalaman belajar di tengah pandemi COVID-19. Dalam kumpulan ini, penulis dari berbagai latar belakang berbeda membagikan kisah-kisah inspiratif tentang tantangan dan penemuan selama masa yang penuh ketidakpastian ini.

Melalui pengalaman-pengalaman ini, antologi ini tidak hanya menyoroti kesulitan yang dihadapi, tetapi juga semangat, inovasi, dan kekuatan komunitas. "Sekolah Pertama Bagi Semua" adalah sebuah penghormatan bagi ketahanan dan kreativitas manusia, mengingatkan kita bahwa belajar bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun. Setiap cerita mengajak pembaca untuk merenungkan arti sejati dari pendidikan dan hubungan antarmanusia di masa sulit.